Langsung ke konten utama

Postingan

Berkata “Tidak” Tapi “Iya”, Berkata “Iya” Tapi “Tidak”

Oleh: Tri Muryani*) Mungkin sebuah kebenaran,ketika Soe Hok Gie dalam bukunya menyatakan bahwa mengasingkan diri itu lebih baik dari pada menyerah kepada kemunafikan. Banyak mereka yang mempertaruhkan kebenarannya hanya sekedar pura-pura saja. Ingin terlihat seperti pahlawan, padahal sejatinya hidup yang dijalani penuh dengan kemunafikan bahkan berbuat apa-apa pun tidak. Tidak ada sesuatu yang bisa meleburkan kelas-kelas apapun termasuk kelas sosial. Mereka yang ingin mewujudkan masyarakat sosialis dan menciptakan masyarakat tanpa kelas seperti yang di gagas oleh karl marx sejatinya merekalah yang melahirkan kelas sosial itu sendiri. Mereka yang berjuang mati-matian untuk orang lain sejatinya ia sedang memperjuangkan sesuatu untuk dirinya sendiri. Kasihan mereka yang di atas sana. Meski bertahtakan emas di kepalanya namun hatinya penuh dengan dosa. Mereka membohongi bawahannya dengan kewibawaan yang sebenarnya tidak ada. Selalu bilang ini itu padahal ia hanya diam saja dan ti...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Menyoal Kehidupan Anak Kos

Anak kos sebagai sebutan bagi mereka yang merantau dan memisahkan diri dari keluarganya. Entah demi suatu pekerjaan atau demi menuntut ilmu ke luar daerah. Bisanya ia tinggal dan memilih menjadi anak kos karena rumah dan tempat ia bersekolah lumayan jauh dan tidak bisa terjangkau. Akhirnya, sebagai bentuk efisiensi waktu, ia memilih nge-kos di daerah terdekat dengan tempat ia menuntut ilmu. Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me- management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me- manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya. berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak k...

“JMSJ Sebagai Wadah Mahasiswa Sosiologi” Oleh: Tri Muryani Sosiologi

Jaringan Mahasiswa Sosiologi se-Jawa (JMSJ) berperan mewadahi Mahasiswa khususnya program studi di berbagai Universitas Di jawa tengah. Peran JMSJ sesungguhnya sangat penting bagi berkembangnya Ilmu Sosiologi di Indonesia. Karena sejatinya Ilmu Sosiologi sangat penting untuk membangun sebuah masyarakat tanpa kesenjangan. Di program studi inilah semua ilmu dipelajari, ada Sosiologi pembangunan, Politik, ekonomi, budaya bahkan Agama sekalipun. JMSJ lahir dari semangat Mahasiswa Sosiologi untuk melebarkan sayapnya. Para pendiri JMSJ mengharapkan bahwa JMSJ bisa mempunyai relasi sebanyak-banyaknya terutama dengan sesama mahasiswa Sosiologi. Adanya JMSJ juga menumbuhkan rasa Semangat yang tinggi bagi mahasiswa Sosiologi untuk tetap memperdalam ilmunya. Mengingat minat akan Prodi Sosiologi ini bisa dibilang masih minim. (*data) Awalnya Mahasiswa Sosiologi hanya mengadakan perkumpulan tanpa nama. Dari tahun 2003 sampai tahun 2006. di Kota Jogjakarta inilah para mahasiswa sosiologi berkumpu...

"Nikmati Teh hangatnya Angkringan"

Malam dengan kesunyiannya menghiasi beberapa daerah dimuka bumi. namun tidak di kota jogja. di kota pelajar ini justru malah keramaian malam yang terjadi. banyaknya warung kopi, tempat nongkrong, cafe, serta beberapa tempat di jadikan tempat kumpul bagi para muda mudi jogja. tidak terkecuali di Angkringan. Angkringan adalah salah satu nama julukan bagi penjual nasi khas jogja yang dinamakan "Nasi Kucing". bukan hanya Angkringan, khas kota pelajar ini dalah sebuah warung nasi yang dibuka 24 jam dan dinamakan dengan "Burjo". bagi orang yang belum pernah ke kota pelajar ini, pasti akan merasa aneh apa itu Angkringan, Nasi kucing serta burjo. Aku akan sedikit menceritakan pengalamanku sejauh ini selama aku berada di kota pelajar. banyak kisah yang hadir setiap harinya. salah satunya cerita di angkringan. pertama kali saat aku ditraktir oleh salah satu sahabatku ke angkringan. siska namanya. walaupun ia bergaya modern, namun ia bisa diajak kemana saja. termasuk di an...

Fatamorgana kehidupan

https://www.youtube.com/watch?v=0rx9KI93aXs Aku bukan orang yang hebat.bukan orang yang cantik apalagi kaya. kau datang dari keluarga yang carut marut. datang dari beribu ribu masalah. datang dari kesendirian, ketakutan dan ketidak beranian. aku adalah orang yang selalu takut. aibku sungguh banyak sekali. tidak terbayangkan jika aibku terbuka. apakah masih ada orang yang mau mendekatiku?. aku butuh Allah. sangat butuh Allah. aku selalu mengingat-NYA terutama saat aku lagi jatuh. aku berkali kali jatuh dari kegagalan. sungguh berkali-kali. kadang lelah juga menjalani semua ini. serba salah jadinya. apapun yang dilakukan tetap tidak membuat bahagia. adanya hanyalah masalah baru yang muncul. dulu saat sekolah aku berfikir dengan bekerja aku akan bahagia, saat aku bekerja ternyata tidak jua bahagia. kemudian aku berfikir dengan sekolah lagi sungguh aku akan bahagia. namun saat aku sekolah lagi dan berhasil kuliah di universitas negri, hidupku tidak kunjung bahagia. masalah malah tambah...