Langsung ke konten utama

Pendidikan dan Implementasi Pancasila


Pendidikan dan Implementasi Pancasila
Oleh: Tri Muryani*)


Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia.

Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan.

Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politik mencerminkan bahwa politik di Indonesia dijadikan sebagai batu loncatan seseorang mendapatkan kekayaan dan memperkaya diri bersama kelompoknya. Selain itu, banyaknya anak jalanan dan kemiskinan yang merajalela di pinggiran hotel mewah dan gedung-gedung bertingkat mencerminkan potret bangsa ini sebagai belum mampunya Indonesia mengatasi kesenjangan yang ada.

Masalah-masalah seperti ini harus bisa diatasi oleh bangsa kita. Apalagi kedepannya tentu arus globalisasi akan semakin kuat. Pancasila harus dipahamkan bukan sekedar untuk dihafal saja. Namun ia juga sebagai implementasi bangsa dalam semua aspek kehidupan. Termasuk dalam bidang sosial, ekomomi, politik, budaya dan hukum. Sosialisasi akan pentingnya implementasi pacasila sebagai idiologi perlu dilakukan secara masiv.

Tidak hanya itu, penting adanya perbaikan dalam bidang pendidikan bangsa. Pancasila tidak hanya penting diucapkan setiap hari senin saja, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu implementasi. Konsep pendidikan ini sesuai dalam undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 bahwa, pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.


Semisal, implementasi pancasila dalam sosial budaya, Dalam pembangunan dan pengembangan aspek sosial budaya hendaknya didasarkan atas sistem nilai yang sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat kita. Begitu juga implementasi pancasila dalam bidang ekonomi. Pengembangan ekonomi bukan hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan, demi kesejahteraan seluruh masyarakat. Maka sistem ekonomi Indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruh bangsa.


Selain itu yang tidak kalah penting juga tentang pendidikan sejarah. Seperti nasihat dari Soekarno, “jangan sekali-kali melupakan sejarah” (Jasmerah). Masyarakat khususnya siswa-siwi harus mengetahui sejarah mengapa founding fathers bangsa ini memilih pancasila sebagai idiologi negara. Supaya spirit yang dimiliki anak bangsa terhadap pentingnya implementasi pancasila akan lebih didapatkan.




Tri Muryani
Tim Jurnalis Moeda Institute
Mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

*Tulisan ini telah di muat di Swara Kampus kedaulatan Rakyat edisi 14 juni 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...