Langsung ke konten utama

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT


LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com).

Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia diciptakan berjenis kelamin berbeda agar proses Reproduksi berjalan semestinya. sedangkan hubungan sesama jenis berarti memberhentikan proses Reproduksi dan terhentinya lahir generasi kedepan.

Dijaman Liberalisme saat ini memang sedikit sulit memahamkan kepada setiap orang tentang kebenaran. karena pemikiran bebas yang mereka miliki membenarkan diri mereka untuk berekspresi. setiap individu merasa dirinya bebas untuk melakukan apa saja. idiologi tentang kebebasan ini akan berbahaya. bukan suatu yang mudah untuk melarang kebebasan. karena kebebasan berfikir serta kebenaran itu bersifat relatif. tergantung siapa dan kepentingan apa yang individu itu bawa.

apapun alasannya manusia harus kembali kepada hakikat kebenaran yang sesungguhnya. kenapa ia diciptakan dan perilaku apa yang seharusnya ia lakukan. sehingga perilaku LGBT ini benar-benar di stigma kan sebagai perilaku yang menyimpang. khusunya bagi anak muda. generasi penerus bangsa. generasi sebuah peradaban. selain anak muda, orang tua juga berperan penting dalam hal ini. karena orang tua lah yang bisa menjaga dan mengarahkan kemana anaknya itu melangkah.

Amerika lewat statement obama telah tunduk dengan LGBT ini. seperti yang kita tahu bahwa ada 3 lobi di Amerika antara lain dalah :lobi israel, lobi persenjataan dan lobi LGBT. di indonesia sendiri juga telah mendapatkan dukungan dari KOMNAS HAM dan KOMNAS perempuan. para pakar menyuarakan bahwa sulit bagi presiden bertahan untuk tidak melegislasi perkawinan sejenis. kita ingat kata nabi Luth a.s "seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolakmu, atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat. maka tentu akan aku lakukan." keadaan sosial dijaman nabi Luth terdapat dua kegagalan sistem. sistem sosial dan sistem keluarga yang sudah rapuh.

seorang pakar dari UI ketika berbicara tentang LGBT, pada hakikatnya kaum yang menyimpang adalah akibat dari dua penyakit besar. pertama penyakit salah Asuh dan kedua, Penyakit sosial. fakta lain adalah adanya 120 LSM yang hendak mendongkel KEMENRISTEK DIKTI untuk mendukung LGBT. ini juga berdampak pada KEMENAG yang tidak bisa mempertahankan argumennya tentang LGBT. ini bukan masalah tentang kebebasan namun ini tentang penyakit Masyarakat dan penyakit salah asuh yang harus dibenahi. bukan sebuah penyakit bawaan. (bachtiar nasir:2016)

marilah bersama-sama memiliki kesadaran dalam membangun generasi kedepan. tidak mudah terbawa arus modernisasi dan liberalisasi yang terjadi. orang tua, anak muda, serta pemerintah perlu menyadari dan memahamkan kepada hal layak banyak tentang nilai dan norma dan nilai yang harus dijaga. kebebasan itu penting tetapi kebebasan yang menyimpang akan menyebabkan kehancuran. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...