Ada banyak cerita dibalik mi ayam ini. tentang sebuah perjuangan dan persahabatan. ah bukan persahabatan, tapi sebuah pertemanan biasa. kadang kita harus jauh-jauh dari orang yang menjadi troble maker dalam hidup kita.
kadang memang lelah menjalani masalah. sangat lelah sekali. mulai dari keluarga, teman, orang-orang sekitar dan bahkan orang yang baru saja hadir mengisi kehidupan kita. bukan aku menghindar dan tidak mau menerima sifat-sifat orang lain, tapi sungguh Allah lebih tahu kelelahan hati ini dalam menghadapi masalah. bukan menghinar pula, tapi kalau masalah itu bs kita hindari why not? apalagi itu masalah yang tidak seharusnya muncul.
aku akan selalu menjauhi orang-orang yang memunculkan trouble dalam hidup ini. hehe sungguh lelah,, ok back to mi ayam. sebenarnya gini dalam perjalanan kemarin saat kita mau ngasih surprise ke salah satu temen, tenyata kita kelaperan dijalan. wal hasil kuenya pun kita makan sebelum dikasih ke orangnya, hehe biasalah kita memang suka melakukan hal yang tidak dilakukan oleh orang lain. well,, habis itu kita ke masjid untuk singgah sebentar melaksanakan ibadah solat dzuhur. kemudian aku melihat seorang nenek yang sudah sepuh. dia seorang yang rajin. menempati rumah gubuk milik anaknya dipinggiran jalan sekitar jalan paris. kemudian dia bertanya "seko endi sampean mba?". begitu beliau menanyakan kepada kami dengan bahasa jawanya.
Tanpa pikir panjang, aku menjawab pertanyaannya sambil mengorek ilmu dari kehidupannya. ia seorang nenek dari 4 cucu dan 3 orang anak. umurnya sudah 83th. namun sayang sekali namanya tidak sempat aku tanyakan. beliau banyak menasehati kami tentang perbedaan zaman dahulu. maklum beliau sudah hidup jauh sebelum indonesia merdeka. perbedaan yang sangat mencolok antara zaman dahulu dengan sekarang. dimana mereka akan berjalan kaki kemana-mana. tidak ada kendaraan serta jalanan yang belum beraspal. mereka biasa menyusuri jalan dengan kebecekannya.
di banding sekarang. semuanya sudah serba canggih. bahkan setiap rumah memiliki minimal 1 kendaraan bermotor. membuat jalanan dimana-mana macet. tapi itulah bukti dari peradaban. sebuah peradaban akan hancur dan runtuh sesuai dengan berjalannya waktu. bukannya tidak mungkin kedepannya tekhnologi yang sekarang akan musnah dan tergantikan dengan teknologi baru. begitu cepat peradaban itu berganti. hanya sedikit saja yang bisa membaca fenomena sosial ini. ah,, aku hanya mberfikir andaikan suatu hari aku tidak ada. apa yang terjadi tidak lagiaku lihat. berkecamuk dalam diri masih jadi manusia yang tidak bisa apa-apa.
ok well, setelah kita berimajinasi dengan nenek baik ini, kita segera ditraktir mi ayam ceker ini. oleh temen kita yang ultah hari ini. arum namanya. kita berangkat ke warung mi ber5. karena kita pesannya mi ayam ceker semua dan ternyata hanya ada satu saja yang doyan makan ceker. makannya kita kasih semua ceker nya ke satu temen kita. dia menghabiskannnya dan bareng dengan habisnya cerita ini. whatever people say i just want do what i want to do. bye4 februari 2016
Komentar
Posting Komentar