Langsung ke konten utama

Menyoal Kehidupan Anak Kos


Anak kos sebagai sebutan bagi mereka yang merantau dan memisahkan diri dari keluarganya. Entah demi suatu pekerjaan atau demi menuntut ilmu ke luar daerah. Bisanya ia tinggal dan memilih menjadi anak kos karena rumah dan tempat ia bersekolah lumayan jauh dan tidak bisa terjangkau. Akhirnya, sebagai bentuk efisiensi waktu, ia memilih nge-kos di daerah terdekat dengan tempat ia menuntut ilmu.


Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me-management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me-manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya.


berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak kos yang berperan hidup di kota domisili. dan yang kedua, mahasiswa yang hanya berstatus tinggal di tempat domisili.


Apa perbedaan hidup dan tinggal dalam pendapat ini?. DSefinisi ini sangat menarik menurutku. Menurutnya, mahasiswa yang tinggal di tempat domisili ialah mereka yang hanya menjadikan tempat domisili sebagai singgahan semata. serta setelah itu, ia tidak akan peduli lagi dengan tempat domisilinya yang sekarang. Anyway, ini seperti egois tingkat dewa gitu.


Yang kedua, mereka yang hidup di tempat domisili. Ia merasa, ia juga harus berperan disekitar tempat tinggalnya itu. Meskipun ia sadar, kehidupan ditempat domisili tersebut hanyalah sebentar. Ia akan totalitas menjadi sebenar-benar warga/masyarakat yang hidup dan harus bermasyarakat.


Namun, masalah yang terbesar adalah kehidupan anak kos yang cenderung bebas. Ia lepas dari keluarganya serta ia bisa memilih apa saja kegiatan yang ia mau. Ini menjadi sisi negatif tersendiri. Karena apabila ia menggunakan kebebasannya untuk hal-hal yang kurang baik, maka ia akan gagal dalam menjalani hidupnya sebagai anak kos yang notabene jauh dari keluarga.


Selain itu, ia juga dituntut menjaga kesehatannya. Maklumlah menjadi anak kos itu dia hidup sendiri. Jauh dari keluarga, apalagi bagi mereka yang kesulitan untuk bersosialisasi dengan banyak orang. keragaman sahabat kosnya akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak kos. Alih-alih mempunyai banyak sahabat, ia malah menjadi musuh dalam hidupnya. Walhasil, di saat ia sakit tidak ada yang membantunya.


Maka dari itu, menjadi anak kos haruslah ia sudah bisa mengatur emosionalnya. bisa meleburkan diri dan mengatur egonya supaya ia bisa beradaptasi dilingkungan barunya. hidup dengan pola yang teratur serta memanfaatkan kebebasan dengan sebaik-baiknya. Terutama bagi mahasiswa, ia juga harus bisa menggunakan kebebasannya sesuai dengan perannya. Semisal ia menggunakan waktu luangnya untuk berdiskusi atau bahkan membaca buku. Ini akan menjadi pola yang baik selama ia menjadi anak kos. Yang penting harus ingat selalu, jaga pola hidup yang baik demi kesuksesan selama ia menjalani peran sebagai anak kos.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Untuk Starla (Lyric)

Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu Tak kan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi ... tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisah untuk dunia Karna tlah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berfikir tentang hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari.. yang kujalani sampai kini Aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini Tak lagi berpijak pada dunia Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu Dan tlah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia Karena tlah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu Bila musim berganti Sampai waktu terhenti Walau dunia membenci Ku kan tetap di sini....

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...