Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me-management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me-manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya.
berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak kos yang berperan hidup di kota domisili. dan yang kedua, mahasiswa yang hanya berstatus tinggal di tempat domisili.
Apa perbedaan hidup dan tinggal dalam pendapat ini?. DSefinisi ini sangat menarik menurutku. Menurutnya, mahasiswa yang tinggal di tempat domisili ialah mereka yang hanya menjadikan tempat domisili sebagai singgahan semata. serta setelah itu, ia tidak akan peduli lagi dengan tempat domisilinya yang sekarang. Anyway, ini seperti egois tingkat dewa gitu.
Yang kedua, mereka yang hidup di tempat domisili. Ia merasa, ia juga harus berperan disekitar tempat tinggalnya itu. Meskipun ia sadar, kehidupan ditempat domisili tersebut hanyalah sebentar. Ia akan totalitas menjadi sebenar-benar warga/masyarakat yang hidup dan harus bermasyarakat.
Namun, masalah yang terbesar adalah kehidupan anak kos yang cenderung bebas. Ia lepas dari keluarganya serta ia bisa memilih apa saja kegiatan yang ia mau. Ini menjadi sisi negatif tersendiri. Karena apabila ia menggunakan kebebasannya untuk hal-hal yang kurang baik, maka ia akan gagal dalam menjalani hidupnya sebagai anak kos yang notabene jauh dari keluarga.
Selain itu, ia juga dituntut menjaga kesehatannya. Maklumlah menjadi anak kos itu dia hidup sendiri. Jauh dari keluarga, apalagi bagi mereka yang kesulitan untuk bersosialisasi dengan banyak orang. keragaman sahabat kosnya akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak kos. Alih-alih mempunyai banyak sahabat, ia malah menjadi musuh dalam hidupnya. Walhasil, di saat ia sakit tidak ada yang membantunya.
Maka dari itu, menjadi anak kos haruslah ia sudah bisa mengatur emosionalnya. bisa meleburkan diri dan mengatur egonya supaya ia bisa beradaptasi dilingkungan barunya. hidup dengan pola yang teratur serta memanfaatkan kebebasan dengan sebaik-baiknya. Terutama bagi mahasiswa, ia juga harus bisa menggunakan kebebasannya sesuai dengan perannya. Semisal ia menggunakan waktu luangnya untuk berdiskusi atau bahkan membaca buku. Ini akan menjadi pola yang baik selama ia menjadi anak kos. Yang penting harus ingat selalu, jaga pola hidup yang baik demi kesuksesan selama ia menjalani peran sebagai anak kos.
Komentar
Posting Komentar