Langsung ke konten utama

"Nikmati Teh hangatnya Angkringan"


Malam dengan kesunyiannya menghiasi beberapa daerah dimuka bumi. namun tidak di kota jogja. di kota pelajar ini justru malah keramaian malam yang terjadi. banyaknya warung kopi, tempat nongkrong, cafe, serta beberapa tempat di jadikan tempat kumpul bagi para muda mudi jogja. tidak terkecuali di Angkringan. Angkringan adalah salah satu nama julukan bagi penjual nasi khas jogja yang dinamakan "Nasi Kucing". bukan hanya Angkringan, khas kota pelajar ini dalah sebuah warung nasi yang dibuka 24 jam dan dinamakan dengan "Burjo". bagi orang yang belum pernah ke kota pelajar ini, pasti akan merasa aneh apa itu Angkringan, Nasi kucing serta burjo.

Aku akan sedikit menceritakan pengalamanku sejauh ini selama aku berada di kota pelajar. banyak kisah yang hadir setiap harinya. salah satunya cerita di angkringan. pertama kali saat aku ditraktir oleh salah satu sahabatku ke angkringan. siska namanya. walaupun ia bergaya modern, namun ia bisa diajak kemana saja. termasuk di angkringan. angkringan salah satu tempat makan yang paling murah di kota jogja. hanya orang-orang yang dalam tanda kutip mau hidup prihatin saja yang biasanya ke angkringan. salah satunya aku ini,, hehe. makanan khas yang ada di angkringan salah satunya adalah "Nasi kucing". harganya sangat murah. hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp.2000 saja, kita bisa mendapatkan satu bungkus nasi serta lauk. harga ini sungguh sangat murah apalagi di zaman modernisasi dimana semuanya di komersialkan.

Berbicara tentang politik, ekonomi, pendidikan, hubungan sosial hari ini pastilah berbicara tentang uang. tentang kemahalan. namun tidak dengan harga nasi kucing yang masih sangat murah. kemurahan nasi kucing dan beberapa makanan di angkringan bisa menjadi kritik tentang moderniasi yang seolah-olah semuanya harus didapatkan dengan kemahalan.

Angkringan juga bisa menjadi tempat berbagi. karena, disana biasanya tersimpan banyak kisah. kisah penjualnya maupun obrolan santai yang terjadi antar pembeli. inilah yang dinamakan interaksi sosial sesungguhnya. bukan yang terjadi di masyarakat perkotaan. semakin banyak penduduk namun masyarakat nya semakin merasa sendiri. konsep transaksi yang ada di Angkringan kiranya perlu untuk diterapkan. baik dalam kesederhanaan, maupun solidaritas yang tinggi yang di bangun melalui interaksi sosial. sesungguhnya nasi kucing serta Angkringan dapat memberi pelajaran banyak akan pentingnya kesederhanaan di era kelimpahruahan saat ini.

Akupun menikmati segelas teh hangat sambil mendengarkan sahabatku menanyakan beberapa hal terkait angkringan dengan bapak penjualnya. bapak Angkringan yang kita datangi ternyata berasal dari klaten. ia hanya akan pulang sebualan sekali atau bahkan dua bulan. tergantung ramai atau tidaknya pembeli. sebagian makanannya pun ia peroleh dari tetangga. jadi ia hanya menjualkannya saja. dan mengambil bebrapa persen saja dari keuntungannya. beliaupun sempat memberikan nasihat kepada kami, bahwa memang untuk membuka usaha yang mewah ia tidak mempunyai cukup modal. namun mulai dari bawahlah ia akan membangun usaha sampai kesuksesan itu datang menghampiri. sungguh nasihat yang luar biasa. keistiqamahan itu memang sangat di perlukan dalam hal apapun. termasuk kesuksesan.

Tak lama setelah nasihat itu, sahabatku pun selesai mengisi perutnya. ia hanya mengambil 2 bungkus nasi kucing, 3 gorengan sama 1 gelas teh hangat yang kami nikmati berdua. dan ia hanya mengeluarkan Rp. 7000 untuk itu. kehadiran Angkringan sesungguhnya mencirikan jati diri kota Jogja. walaupun dengan kesederhanaan namun ia bisa memberi makna bagi kehidupan. #SalamAngkringan yk, 26 maret 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...