Langsung ke konten utama

Fatamorgana kehidupan


https://www.youtube.com/watch?v=0rx9KI93aXs Aku bukan orang yang hebat.bukan orang yang cantik apalagi kaya. kau datang dari keluarga yang carut marut. datang dari beribu ribu masalah. datang dari kesendirian, ketakutan dan ketidak beranian. aku adalah orang yang selalu takut. aibku sungguh banyak sekali. tidak terbayangkan jika aibku terbuka. apakah masih ada orang yang mau mendekatiku?.

aku butuh Allah. sangat butuh Allah. aku selalu mengingat-NYA terutama saat aku lagi jatuh. aku berkali kali jatuh dari kegagalan. sungguh berkali-kali. kadang lelah juga menjalani semua ini. serba salah jadinya. apapun yang dilakukan tetap tidak membuat bahagia. adanya hanyalah masalah baru yang muncul. dulu saat sekolah aku berfikir dengan bekerja aku akan bahagia, saat aku bekerja ternyata tidak jua bahagia. kemudian aku berfikir dengan sekolah lagi sungguh aku akan bahagia. namun saat aku sekolah lagi dan berhasil kuliah di universitas negri, hidupku tidak kunjung bahagia. masalah malah tambah menumpuk. menangis pun menjadi Habits.

ketakutan malah menjadi biasa? apa sebenarnya kebahagiaan itu? aku bingung. mencintai seseorang bukan suatu kebahagiaan. apalagi banyak teman. aku berfikir dengan banyak teman kita akan bahagia. ternyata tidak sama sekali. aku ngeyel sama Allah kalau kuliah aku bakal bahagia. taoi g tuh? apalah kebahagiaan ini ya Rabb.

aku ingin membhagiaakan orang tua. mengangkat derajatnya. tidak ada rasa takut lagi. apalagi ketakutan tentang aib diri. terlalu banyak ilmu yang harus aku kejar. apalagi tentang hakikat kebenaran. hakikat kebahagiaan. mengerti dan mengenal Allah lebih jauh. apalagi dalam hal mencintai.

bagi Allah itu skenario yang bagus. maka kita harus mmencari sarana. harus diupgrade imannya. biar tahu kalau Allah itu baik. jangan pernah berfikir untuk berhenti taat. lebih mudah menghormati orang yang kita cintai. daripada mencintai orang yang kita hormati. https://www.youtube.com/watch?v=0rx9KI93aXs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...