Langsung ke konten utama

“Mengembara lalu berkarya”

Kebahagiaan itu sungguh sederhana. Sangat sederhana, yaitu ketika kita bisa berbagi kepada orang lain. Ketika aku bertemu dengan seseorang yang sungguh aku lihat hidupnya penuh dengan membantu orang lain, tanpa pamrih. Kemudian aku bertanya kepadanya, “apa alasanmu melakukan demikian?”. Dengan mudah dijawabnya “karena aku manusia”. Ialah sahabat minhajul mahasiswa psikologi semeseter 5, pengurus rayon humaniora park. Rayon dimana aku berproses sebagai kader baru di dalamnya.

Sungguh jawaban yang sederhana, namun penuh makna. kebahagiaan hakiki yang dirindukan semua orang. Apa sih hidup ini jika tidak di penuhi dengan kebaikan, tidak berarti apabila kita hanya memikirkan diri kita sendiri, kebahagiaan kita sendiri. Sungguh tidak ada artinya.

Hidup hanya sekedar singgahan. Jika kita sadari, dalam perjalanan seseorang menuju kematian, hidup menjadi bagiannya. Kita harus selalu ingat bahwa kita kita adalah seorang pengembara. Kita sedang mengembara menuju kematian. Ini bukan sebuah ancaman atau keseraman, namun ini kenyataan yang tidak bisa kita elakan bahkan dustakan.

Tertawa, menangis, bahagia, dan lain-lain menghiasai hidup kita. Berkarya dan meninggalkan jejak terbaik untuk penerus kita kedepannya. Lewat tulisan adalah salah satu kita bisa meninggalkan jejak kita. Lewat tulisan juga kita bisa berkarya, berbagi kebahagiaan, berbagi pengalaman, dan berbagi ilmu yang telah kita miliki.

Sebagai anak muda, Tinggalkanlah jejak yang baik, bukan supaya kita dikenang sebagai orang baik, namun supaya kita bisa berbagi kebahagiaan dengan banyak orang. Bukan bertujuan agar kita banyak “memiliki” karya, namun agar kita bisa “memberi” karya. Menjadi, memberi, dan memiliki. Apalagi bagi anak muda, ia sangat wajib untuk berkarya dan bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Dalam karyanya, “wajib Ain; Pemuda Berpolitik” sahabat hendris (sosiologi,semester 5) juga menegaskan bahwa pentingnya sebagai pemuda untuk membawa perubahan lewat politik. Apalagi pada dasarnya manusia (warga negara) adalah makhluk politik. (Aristoteles). Politik merupakan suatu upaya yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebahagiaan bersama.

Dari tulisan sahabat hendris ini, bukan politiknya yang akan aku ambil, tapi kebaikannya. Semangat sebagai pemuda untuk berbagi kebaikan. Karena pemuda itu memang wajib untuk berkarya dalam hal kebaikan. Pemuda adalah mereka yang bersuara keras bukan hanya dari mulutnya tapi juga dari inovasinya.

Bukanlah pemuda yang mengatakan “ini ayahku”, tapi pemuda adalah yang berkata “inilah aku” (ali bin abi thalib). #Salampergerakan Tri muryani , YK 14 desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...