Langsung ke konten utama

MAKRAB SENOPATI


Senopati (semangat nasionalisme pemuda takwa dan beriman), korp 2015 PMII Humaniora park telah sukses menyelenggarankan Malam Keakraban (MAKRAB) pada hari sabtu-minggu (12/15). Makrab yang diketuai oleh sahabat Ismail itu, berhasil menyatukan beberapa sahabat senopati. Meskipun ada beberapa sahabat senopati yang tidak menghadiri acara makrab ini, namun bisa dibilang Makrab tahun ini sukses diselenggarakan di pantai depok Ad Resto. Dibuktikan dengan beberapa Apresiasi dari pengurus Rayon itu sendiri. Meskipun di awal acara, makrab senopati dibuka dengan keadaan listrik yang padam, namun mereka memanfaatkan lilin sebagai penggantinya. Selain apresiasi dari pengurus rayon, beberapa tamu undangan pun turut menghadiri acara ini. Korp Blankon, Korp Garenk, Korp Gamelan, dan pastinya Korp Hanoman sebagai pengurus Rayon sendiri juga menghadiri acara ini. Tidak hanya itu, dari Lintas pun banyak yang melakukan kunjungan kepada makrab senopati.

Dan yang paling istimewa adalah pembicara Stadium General yang diisi oleh pembicara yang super yaitu Mas Egi (ketua Rayon 2012) dan Mas Hafidz (koordinator GMPK 2014). Kedua pembicara ini berbagi pengalamannya bagaimana menyatukan sahabat-sahabat di korpnya. Bagaimana perjuangan beliau masuk di PMII dan bagaimana dalam Korp itu perlu adanya usaha dalam menyatukan korp agar tetap satu Visi. Mengingat setiap orang mempunyai gagasan masing-masing didalam kepalanya. Tentunya bukan hal yang mudah untuk menyatukan banyak gagasan menjadi satu Visi yang sama.

Bagi sahabat senopati, makrab tahun ini begitu berkesan, karena dalam perjalanan makrab kemarin ada beberapa secret event yang diadakan oleh beberapa sahabat senopati itu sendiri. Salah satu secret event yang paling bekesan adalah saat di adakannya sesi Curhat yang dipandu oleh ketua Korp (Arif Mansyah).

Sesi curhat diawali oleh pendapat sahabat Ghozali yang berisi tentang kritikan terhadap ketua Korp. “saya tidak suka dengan Arif, karena dalam kepemimpinanannya arif kurang tegas dan kurang otoriter”. Begitu ungkapnya. Namun dari pendapat sahabat Ghozali ini, memancing beberapa sahabat untuk mulai ikut bersuara. Salah satunya sahabat Ayik yang menampik pendapatnya Sahabat Ghozali. Menurutnya, Arif Mansyah sudah semaksimal mungkin dalam menjadi ketua Korp dan menurutnya bukan hal yang mudah untuk menyatukan ke 89 sahabat senopati yang mempunyai perbedaan dalam gagasannya.

Suasana pun semakin Chaos saat semuanya ingin mengkritik satu sama lain. Dan puncaknya adalah saat sahabat ayik yang sedang beradu argument dengan sahabat Fhaiq ingin meninggalkan Forum. Karena menurutnya Forum Curhat ini tidaklah penting jika tidak ada jaminan perbaikan apa-apa atas semua kritik dilontarkan. Pendapat ayik ini tidak di terima oleh sahabat Fhaiq, menurutnya sahabat Ayik ini terlalu memaksa apabila meminta adanya jaminan dari sahabat-sahabat senopati. Kemudian kericuhan itu disusul oleh beberapa emosi dari sahabat Ghozali, Hambali, Majid, serta Taufik. Namun sahabat Ayik segera mengakhirinya dengan menyanyikan lagu “darah Juang”. Lagu mahasiswa yang satu ini memang ampuh untuk meredam konflik yang tengah terjadi. Karena lagu ini sering dinyanyikan saat terjadinya Kekacauan dikalangan mahasiswa.

Setelah sesi curhat usai, divisi acara yang dikoordinasikan oleh sahabat istiqamah menyiapkan beberapa lampion untuk setiap kelompok yang telah dibagi. Setiap kelompok diharapkan untuk menulis harapan untuk senopati kedepannya. Keesokan harinya (minggu,13/15) acara makrab senopati yang bertemakan “menumbuhkan jiwa kekeluargaan dalam pergerakan” itu di tutup oleh senam kemudian beberapa games di pantai. Pantai depok Yogyakarta yang dipilih sebagai tempat makrab korp ini sungguh indah pemandangannya saat pagi hari. Udara segar pagi hari bersama suara ombak membuat suasana kekeluargaan didalam korp semakin terlihat. Apalagi suasana Chaos yang tadi malam berhasil dilakukan oleh beberapa sahabat.

Tema yang diangkat dalam makrab senopati ini cukup bagus, mengingat rasa kekeluargaan itu memang kurang dirasakan dalam korp 2015 ini. “kedepnnya, setelah makrab ini berhasil diselenggarakan, kita harus menyatukan ke-89 sahabat senopati. Karena kita di baiat dan bersumpah menjadi kader PMII juga bersama 89 sahabat. Menurut saya, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Dan semuanya mudah saja dilakukan selama kita mau berusaha mewujudkannya”. Ungkap ketua Korp senopati (ArifMansyah).

Tri muryani, sosiologi 2015 Yk, 16 desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...

Menyoal Kehidupan Anak Kos

Anak kos sebagai sebutan bagi mereka yang merantau dan memisahkan diri dari keluarganya. Entah demi suatu pekerjaan atau demi menuntut ilmu ke luar daerah. Bisanya ia tinggal dan memilih menjadi anak kos karena rumah dan tempat ia bersekolah lumayan jauh dan tidak bisa terjangkau. Akhirnya, sebagai bentuk efisiensi waktu, ia memilih nge-kos di daerah terdekat dengan tempat ia menuntut ilmu. Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me- management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me- manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya. berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak k...