Langsung ke konten utama

"Ibumu, Ibumu, Ibumu, Lalu Ayahmu"


Ibu adalah sosok wanita yang hebat. Ia menghabiskan separuh waktu dalam hidupnya untuk mengurus anak-anaknya. Bahkan suaminya. Ia rela menghabiskan waktu berharganya demi keluarga yang dicintainya. Terutama anak-anaknya. Bahkan kasihnya adalah kasih sepanjang masa, yang orang bilang kasihnya adalah kasih yang tidak bisa dibalas dengan apapun. Pengorbanannya saat ia mengandung anak-anaknya serta rasa sakit yang tak terhingga saat ia melahirkan.

Kebahagiaan seseorang dalam hidup pun tidak terlepas dari dukungan dari sang ibu, doanya yang mudah di ijabah membuat seseorang yang ingin sukses di dunia harus mendapatkan ridha dari kedua orang tua. Dalam islam pun diajarkan bahwa ridha Allah terletak pada Ridha orang tua.

Kita sering mendengar kisah tentang anak-anak yang durhaka kepada orang tua. Seperti kisah yang biasa di ceritakan kepada anak-anak indonesia, kisah yang begitu populer serta legendaris, yaitu kisah “MalinKundang”. Kisah seorang anak yang durhaka kepada ibunya. Lupa kepada ibunya saat ia menjadi orang sukses dan kaya raya. Lalu ibunya yang merasa tersakiti kemudian mengutuknya menjadi batu. Maka jadilah ia batu.

Kisah kedua, kisahnya imam Syafi’i. Siapa orang yang tidak mengenal imam syafi’i? . imam terkenal yang masuk kedalam empat madzhab terbesar. Dan ilmunya dalam bidang fiqh sering menjadi pedoman umat muslim. Bahkan di indonesia sendiri cukup banyak pengikut madzhab imam syafi’i. Kecerdasan dan ketaatannya kepada Allah yang luar biasa, membuat namanya sampai sekarang masih harum. Bagai bunga yang baru mekar, padahal sudah bertahun-tahun lamanya beliau wafat.

Kesuksesan imam Syafi’i tidak lepas dari peran seorang ibu yang luar biasa. Ibunya yang hebat, meski menjadi single parent. Tanpa adanya sosok seorang ayah. Ia berusaha memberikan imam Syafi’i pendidikan yang terbaik demi visinya menjadikan putranya adalah putra yang hebat. Bukan hanya pada masanya, namun hingga saat inipun sosok Imam Syafi’i tetap menjadi sosok yang hebat.

Dua kisah ini sungguh luar biasa, bukan tentang Malin yang berubah jadi batu atau imam Syafi’i yang telah menjadi salah satu bagian dari 4 madzhab. Namun sosok ibu yang benar-benar berperan besar untuk kesuksesan anaknya. Seorang ibu yang berperan besar dalam kegagalan anaknya. Sebab doa seorang ibu sangat mustajab. Dorongan dan support seorang ibu sungguh diperlukan dalam kesuksesan anak-anaknya. Maka dari itu, sebagai seorang anak di anjurkan untuk taat kepada orang tua terutama kepada “IBU” jika seseorang tersebut ingin sukses dalam hidupnya di dunia yang menjadi tempat ia tinggal sekarang, serta sukses dalam kehidupannya di akirat sebagai tempat ia kembali kelak.

Dalam islam pun diajarkan dalam penghormatannya kepada kedua orang tua, Rasulullah menyebut nama “IBU” sebanyak tiga kali, baru kemudian “AYAH”. “IBU, IBU, IBU, lalu “AYAH”. Nasihat Rasulullah SAW ini bukan semata-mata kita tidak perlu menghormati sosok ayah, namun memang dalam kenyataanya sosok ibulah yang lebih sering berinteraksi dengan anak-anaknya, mengingat memang sudah menjadi tugas beliau untuk mengurus rumah tangga. Sedangkan seorang ayah, dalam kenyataannya lebih jarang berada dirumahnya, karena memang tugas beliau adalah mencari nafkah.

Begitu mulianya seorang ibu, jasanya dan keikhlasannya membuat dia menjadi makhluk yang mulia. Tangisannya adalah kekuatannya. Ia tetap menginginkan kesuksesan anak-anaknya sekalipun setelah sukses anaknya sering lupa untuk membahagiakannya. Memang, ketulusan seorang ibu tidak akan bisa tergantikan. Maka hormatilah ibumu apapun keadaanya, dimanapun ia. Ada atau tidaknya sekarang dihidupmu. Karena dia adalah orang pertama yang membawamu melihat betapa indahnya hidup ini. #HappyMotherDay

Yk, 23 desember 2015 Tri muryani , sosiologi 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...

Menyoal Kehidupan Anak Kos

Anak kos sebagai sebutan bagi mereka yang merantau dan memisahkan diri dari keluarganya. Entah demi suatu pekerjaan atau demi menuntut ilmu ke luar daerah. Bisanya ia tinggal dan memilih menjadi anak kos karena rumah dan tempat ia bersekolah lumayan jauh dan tidak bisa terjangkau. Akhirnya, sebagai bentuk efisiensi waktu, ia memilih nge-kos di daerah terdekat dengan tempat ia menuntut ilmu. Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me- management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me- manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya. berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak k...