Langsung ke konten utama

Menikmati Suasana Malam Malioboro


Malioboro memang selalu menarik untuk dikunjungi. Sebagai salah satu ikon kota Yogyakarta, Maliboro hari ini memang terlihat berbeda. Trotoar yang tadinya digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor, hari ini menjadi ruang publik yang menarik untuk pengunjung.

Sejak jalan sepanjang Malioboro direnovasi, aku memang belum pernah menikmati ataupun sekedar duduk di kursi baru yang disediakan Pemda setempat. Yaah,, biasanya hanya melihat dari jalan saja, apabila usai berkunjung ke salah satu asrama sahabat yang letaknya tidak jauh dari sana. Atau, sekedar melihat postingan sahabat di media sosial khususnya di IG.

Tapi kebetulan kemarin, Jumat (08/04) tidak sengaja diajak oleh satu sahabat usai rapat acara mubes. Harus rapat tiap hari memang membuat pikiran ini penat. Tidak hanya penat internal saja, rapat terus juga melahirkan keterasingan diri dari orang lain. Kalau bahasanya Karl Marx, semacam teralienasi. Namun ini bukan teralienasi dari barang produksi, tapi bisa teralienasi dari sahabat sendiri. hehe..

Oke,, jadi ceritanya kita berdua memutuskan pergi ke Malioboro habis rapat sekitar jam 20.00 malam hari. Teringat juga nasihat dari salah satu dosen, sebagai mahasiswa Sosiologi memag kita perlu jalan-jalan. Yaa,, lihat-lihat apa yang dilakukan masyarakat. Kemudian mencoba menyambung-nyambungkannya dengan teori di dalam kitab tebal kajian Sosiologi itu.

Suasana malam hari disekitar Malioboro memang luar biasa. Ramai pengunjung sehingga sepanjang tempat duduk baru sebagai fasilitas pengunjung yang terletak di sekitar trotoar penuh. Kami berdua (saya dan sahabat *g aku sebut nama hehe) pun tidak mendapatkan tempat duduk. Akhirnya setelah memarkirkan motor di parkiran sekitar Museum Benteng Vredeburg kami berdua berjalan sepanjang trotoar Malioboro.

Karena memang tidak mendapat tempat duduk, kami sepakat untuk berjalan menuju kerumunan yang sempat tadi kami lewati sepanjang perjalanan. Ternyata di tengah-tengah kerumunan pengunjung sedang berlangsung pertunjukan Angklung. Memang kota Yogyakarta, selain sebagai kota pelajar, disebut juga kota seniman. Banyak seniman-seniman yang lahir dari kota ini. Salah satu seni yang menonjol ialah Angklung.

Selama menjalani hidup di Yogyakarta, saku memang sering mendengar musik Angklung. Biasanya di dekat lampu merah, aku mendengar sekaligus menjumpai pemain Angklung yang luar biasa. Musik Angklung seolah-olah menghibur pengemudi yang sedang kepanasan karena terpaksa harus berhenti di lampu merah.

Musik Angklung yang kami temui di Malioboro sedikit memiliki keunikan. Karena, selain kami mendengar musik Angklung dengan judul lagu “Bojoku Ketikung”, kami terhibur juga dengan tarian perut oleh seorang pria tampan. Wajahnya memang tampan, kaki dan tangannya terlihat gemulai. Mulus, putih, dan pokoknya kalah dengan tangan dan kaki ku selaku perempuan. hehe...

Perutnya bisa bergoyang gemulai dengan sangat lentur. Bahkan sampai menarik perhatian ibu-ibu yang saat itu mengenakan daster untuk foto berdua besama penari tersebut. Selain penari, pemain angklung, serta pemain musik yang mengirinya, terlihat bapak-bapak mengenakan baju batik yang bertugas mengatur lagu dan meminta uang kepada pengunjung menggunakan kotak uang. Memang perlu bekerja secara tim dan butuh kekompakan untuk bisa tampil seperti mereka.

Akhirnya, karena waktu sudah larut malam, kaki juga sudah pegal berdiri, serta cuaca yang berubah dari cerah menjadi mendung, kami berdua memutuskan untuk kembali berjalan kaki menuju parkiran motor. Memutuskan untuk kembali ke kos masing-masing dan beristirahat. bye

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...

Menyoal Kehidupan Anak Kos

Anak kos sebagai sebutan bagi mereka yang merantau dan memisahkan diri dari keluarganya. Entah demi suatu pekerjaan atau demi menuntut ilmu ke luar daerah. Bisanya ia tinggal dan memilih menjadi anak kos karena rumah dan tempat ia bersekolah lumayan jauh dan tidak bisa terjangkau. Akhirnya, sebagai bentuk efisiensi waktu, ia memilih nge-kos di daerah terdekat dengan tempat ia menuntut ilmu. Anak kos memiliki ciri khas dan pola hidup tersendiri. Hidup dengan berbagai pilihan. Yang pasti ia harus bisa memilih untuk bisa me- management segala sesuatu. Baik waktu, uang, serta management untuk berinteraksi dengan teman disekitarnya. Karena kehidupan anak kos biasanya identik dengan kebebasan. Apabila ia tidak bisa me- manange kebebasan ini, maka ia akan gugur dalam perjalanan hidupnya. berbicara soal pola hidup dan management kehidupan anak kos, aku teringat dengan pendapat salah satu kakak tingkat tentang terbaginya anak kos terutama mereka yang menjadi mahasiswa. pertama, anak k...