Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

"Ibumu, Ibumu, Ibumu, Lalu Ayahmu"

Ibu adalah sosok wanita yang hebat. Ia menghabiskan separuh waktu dalam hidupnya untuk mengurus anak-anaknya. Bahkan suaminya. Ia rela menghabiskan waktu berharganya demi keluarga yang dicintainya. Terutama anak-anaknya. Bahkan kasihnya adalah kasih sepanjang masa, yang orang bilang kasihnya adalah kasih yang tidak bisa dibalas dengan apapun. Pengorbanannya saat ia mengandung anak-anaknya serta rasa sakit yang tak terhingga saat ia melahirkan. Kebahagiaan seseorang dalam hidup pun tidak terlepas dari dukungan dari sang ibu, doanya yang mudah di ijabah membuat seseorang yang ingin sukses di dunia harus mendapatkan ridha dari kedua orang tua. Dalam islam pun diajarkan bahwa ridha Allah terletak pada Ridha orang tua. Kita sering mendengar kisah tentang anak-anak yang durhaka kepada orang tua. Seperti kisah yang biasa di ceritakan kepada anak-anak indonesia, kisah yang begitu populer serta legendaris, yaitu kisah “MalinKundang”. Kisah seorang anak yang durhaka kepada ibunya. ...

"TIDAK MENGUCAPKAN BUKAN BERARTI TIDAK MENGHORMATI”

Ucapan “selamat natal” yang dilakukan oleh oramg muslim kepada saudaranya yang non muslim selalu menjadi perdebatan tahuanan. Perdebatan ini seringkali muncul pada saat menjelang natal atau setiap menjelang tanggal 25 desember. Perdebatan tahunan ini akan memicu perpecahan nasionalisme apabila tidak kunjung diatasi. Sudah menjadi tugas tokoh agama untuk segera mengklarifikasi secara jelas hukum mengucapkan “selamat natal”. Karena apabila masalah ini dibiarkan terus menerus, takutnya masalah ini akan menjadi alat untuk memecah belahkan umat apalagi mereka yang mengatas namakan agama. Dalam islam sendiri diajarkan tentang cara menghormati dan menghargai cara beragama orang lain. Antaranya dalam surat al kafirun yang ayatnya berbunyi “Lakum Dii Nukum Waliyadin (untukmu agamamu, untukku agamaku). Dimana saat kita menghormati orang lain dalam beribadah, bukan berarti seorang muslim harus juga mengikuti apa yang dilakukan oleh saudaranya yang non muslim. Cukup dengan tidak mengganggu ...

Jurnal Al Jamiah Masuk indeks Scopus internasional

Rabu, 16 Desember 2015 16:24:05 WIB Dilihat : 75 kali Apresiasi Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia pada tanggal 11 Desember 2015, Kementrian Agama memberi penghargaan dosen, guru, dan beberapa sivitas akademika serta pegawai yang berprestasi, seperti tahun-tahun sebelumnya. Jurnal Al Jamiah UIN Sunan Kalijaga menerima penghargaan dan apresiasi dari Kementrian Agama atas prestasinya dalam publikasi ilmiyah, menerbitkan artikel-artikel dari para peneliti dalam dan luar negeri. Penghargaan kepada Jurnal internasional Al Jami’ah itu untuk menghargai pencapaiannya dalam indeks Scopus internasional. Penghargaan itu menurut Kemenag berupa langganan Scopus di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga yang bisa diakses oleh para dosen dan peneliti di kampus tersebut. Jurnal Al Jamiah tetap konsisten dalam menerbitkan artikel-artikel dari hasil penelitian dan tetap komitmen sehingga menjadi media bagi para penliti untuk menerbitkan teori dan temuan terbaru untuk sumbangan pengetahuan ...

MAKRAB SENOPATI

Senopati (semangat nasionalisme pemuda takwa dan beriman), korp 2015 PMII Humaniora park telah sukses menyelenggarankan Malam Keakraban (MAKRAB) pada hari sabtu-minggu (12/15). Makrab yang diketuai oleh sahabat Ismail itu, berhasil menyatukan beberapa sahabat senopati. Meskipun ada beberapa sahabat senopati yang tidak menghadiri acara makrab ini, namun bisa dibilang Makrab tahun ini sukses diselenggarakan di pantai depok Ad Resto. Dibuktikan dengan beberapa Apresiasi dari pengurus Rayon itu sendiri. Meskipun di awal acara, makrab senopati dibuka dengan keadaan listrik yang padam, namun mereka memanfaatkan lilin sebagai penggantinya. Selain apresiasi dari pengurus rayon, beberapa tamu undangan pun turut menghadiri acara ini. Korp Blankon, Korp Garenk, Korp Gamelan, dan pastinya Korp Hanoman sebagai pengurus Rayon sendiri juga menghadiri acara ini. Tidak hanya itu, dari Lintas pun banyak yang melakukan kunjungan kepada makrab senopati. Dan yang paling istimewa adalah pembicara St...

“Mengembara lalu berkarya”

Kebahagiaan itu sungguh sederhana. Sangat sederhana, yaitu ketika kita bisa berbagi kepada orang lain. Ketika aku bertemu dengan seseorang yang sungguh aku lihat hidupnya penuh dengan membantu orang lain, tanpa pamrih. Kemudian aku bertanya kepadanya, “apa alasanmu melakukan demikian?”. Dengan mudah dijawabnya “karena aku manusia”. Ialah sahabat minhajul mahasiswa psikologi semeseter 5, pengurus rayon humaniora park. Rayon dimana aku berproses sebagai kader baru di dalamnya. Sungguh jawaban yang sederhana, namun penuh makna. kebahagiaan hakiki yang dirindukan semua orang. Apa sih hidup ini jika tidak di penuhi dengan kebaikan, tidak berarti apabila kita hanya memikirkan diri kita sendiri, kebahagiaan kita sendiri. Sungguh tidak ada artinya. Hidup hanya sekedar singgahan. Jika kita sadari, dalam perjalanan seseorang menuju kematian, hidup menjadi bagiannya. Kita harus selalu ingat bahwa kita kita adalah seorang pengembara. Kita sedang mengembara menuju kematian. I...