Langsung ke konten utama

Kepalsuan Kehidupan



Aku melihat banyak sekali fakta yang selama ini tidak aku lihat. Seperti kepalsuan para penguasa. Seolah-olah bijak dan berwibawa dengan kekuasaanya. bukan hanya pe nguasa, mereka yang ingin sekedar memiliki eksistensi diri. Ingin ini, ingin itu semua karena kepentingan. Apalah yang tidak karena kepentingan, mungkin kalau tidak ada hal itu mereka sudah hilang mencari kepentingan yang lain.

Maklumi saja, tujuan anak muda memang mencari cinta. Sekalipun organisasi dijadikan sebuah kambing hitam mencari cinta, sehingga hanya kepalsuan yang tertanam dalam diri. Andai mereka tahu, bahwa cinta yang dimiliki dalam organisasi sebagian juga memiliki motiv politik yang tak terhindarkan. Aku rasa itu tidak menjadi masalah, karena yang aku tulis bukanlah sebuah kritik namun sebuah pengamatan sosial terhadap fakta yang ada.

Coba saja, ada yang memanfaatkan moment kunjungan sebagai bentuk pendekatan. Bahkan, ada manusia yang sudah merencanakan untuk berboncengan bersama salah seorang yang telah di incarnya. Motiv politik yang tak terhindarkan. Atau tertawa terbahak-bahak melihat wanita cantik seorganisasinya dilakukan oleh pimpinan tersebut. Oh tuhan,, ini bukan kritik, apa yang saya tulis hanyalah fakta sosial yang ada.

Independen, mungkin sesuatu yang tidak mungkin terjadi dalam kehidupan Organisasi. Memang hasrat manusia selalu tertuju pada kepentingan. Saling menyingkirkan sampai diri mendapat eksistensi baik di lingkup kecil maupun luas. semua tidak lepas dari kepentingan, bahkan tidak jarang hidupnya dalam organisasi hanyalah kepalsuan belaka. Kalau tidak, ia akan terpental dan menghilang mencari organisasi lain yang memberikan dirinya eksistensi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamatkan Bangsa dengan Menolak LGBT

LGBT (lesbian,gay,bisexual,dan transgender)adalah salah satu jenis penyimpangan sosial. penyimpangan (deviant) ini terjadi karena pengaruh dari lingkungan sosial atau bisa jadi seseorang yang melakukannya dikarenakan pengaruh dari keluarganya.masalah sosial ini mendapatkan perhatian dari masyarakat. bahkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/02/2016). (sindonews.com). Masalah LGBT harus segera diatasi. baik oleh masyarakat maupun oleh individu. pentingnya kesadaran diri akan perilaku menyimpang adalah salah satu jalan keluarnya. namun yang masih jadi hambatan adalah pelaku LGBT itu merasa benar atas perilakunya. padahal dalam islam sendiri sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan sex sesama jenis adalah perilaku menyimpang. tidak hanya dalam agama,didalam Norma dan Nilai yang terkandung dimasyarakat perilaku ini adalah perilaku yang menyimpang. pasalnya manusia dicip...

Pendidikan dan Implementasi Pancasila

Pendidikan dan Implementasi Pancasila Oleh: Tri Muryani*) Bukanlah hal yang mudah, untuk mengimplementasikan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan bisa menjadi acuan bagi kemajuan bangsa Indonesia. Apalagi saat ini arus globalisasi begitu cepat menjangkiti negara-negara diseluruh dunia termasuk Indonesia. Arus demokratisasi, hak asasi manusia, neo-liberalisme, serta neo-konservatisme bahkan telah memasuki cara pandang dan berfikir masyarakat indonesia. Hal demikian bisa meminggirkan pancasila dan dapat menghadirkan sistem nilai dan idealisme baru yang bertentangan dengan kepribadian bangsa. Bahkan tidak hanya itu, pancasila sedikit demi sedikit telah terlupakan oleh masyarakat kita. Mulai dari banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui kandungan pancasila, terutama masyarakat pedesaan yang sebagian besar kesulitan untuk mengakses pendidikan. Selain Dehumanisasi, dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya pun begitu. Banyaknya kasus korupsi yang menyeret tokoh politi...

Transformasi Nilai Ramadan

Transformasi Nilai Ramadan Oleh: Tri Muryani*) Satu Ramadhan tahun ini yang jatuh pada tanggal 6 juni 2016 dan bertepatan dengan hari Senin membuat kebanyakan masyarakat terutama kaum muslimin merasa antusias untuk menyambutnya. Beberapa persiapan dari makanan sampai jadwal kegiatan seperti buka bersama, telah di persiapkan selama bulan Ramadhan oleh masing-masing individu dan kelompok demi tujuan spiritual. Menurut kuntowijoyo dalam bukunya islam sebagai Ilmu (2007) menerangkan bahwa ilmu tauhid tentang ketuhanan tidaklah berhenti pada konteks ketuhanan saja, meliankan ada tanggung jawab sosial seorang individu setelah ia beribadah kepada tuhannya yaitu tanggung jawab kepada realitas sosial yang ada. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran surat Al-Imran (3): 110 tentang konsep humanisme, liberalisme, dan transendental. Nilai-nilai spiritual dalam konsep bertauhid yang di masiv kan selama bulan Ramadhan memang terlihat bagus. Namun yang menjadi krisis sosial dikalangan masyaraka...