Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

“Berswasembada dengan Glocalisasi”

Wonosobo adalah sebuah kabupaten di daerah jawatengah. Kabupaten yang terletak ditengah dan berbatasan dengan kabupaten Temanggung, Magelang, Purworejo, Kebumen dan Banjarnegara ini memiliki tagline “ASRI” ( Aman, Sehat, Rapi & Indah). Di kabupaten ini terdapat sebuah desa didekat perbatasan Kabupaten BanjarNegara. Mergosari namanya. Desa yang berdekatan dengan kabupaten BanjarNegara. Desa yang dulunya terpencil, sekarang sudah mengalami perubahan yang signifikan. Sepertinya arus modernisasi juga tidak bisa dibendung lagi untuk masuk kewilayah ini. Dari bangunan rumah-rumah warga yang mulai nampak megah. Serta cara msyarakat sekitar bersosialisasi. Cara-cara hidup orang perkotaan yang dipakai oleh masyarakat sekitar. Mungkin cara seperti itu memang bagus, karena tidak mungkin selamanya kita akan menjadi masyarakat yang primitif. Seiring berjalannya waktu, masyarakat juga harus menyesuaikan diri dengan keadaan sosial yang ada. Termasuk warga masyarakat desa m...

“ Melek Media, Di Era Rezim media”

Maraknya kejahatan serta seks bebbas yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak muda saat ini seharusnya mendapatkan perhatian. Baik dari pemerintah maupun kaum intelektual itu sendiri. Apalagi banyak muda-mudi jaman sekarang ini sibuk memikirkan masalah hati (Pacaran) dibanding menndongkrak prestasi dalam kehidupan. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa kedepannya. Apabila anak muda terus hanyut dengan arus modernisasi yang terjadi, apa jadinya negri ini kedepannya?. Mereka sibuk dengan masalah percintaan. Disibukan oleh arus globalisasi terkait 3F “Food, Fun, and Fashion”. Kejadian akhir-akhir ini yang paling memprihatinkan adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang sahabat kepada sahabatnya sendiri hanya karena saling berebut kekasih hati. Hal ini dilakukan oleh anak muda. Kejadian seperti ini sudah bukan menjadi Rahasia publik. Dan alangkah baiknya kita, sebagai masyarakat tidak menutup mata dengan fenomena seperti ini. Sudah saatnya pemerintah dan...

”Salah Aksi akibat Salah Arti”

Budaya patriarki yang selama ini terjadi dikalangan masyarakat membuat ketidakstabilan antara hubungan laki-laki dan perempuan itu sendiri. Budaya patriarki adalah budaya yang dimana seorang laki-laki merasa kedudukannya lebih tinggi dibanding kan dengan perempuan. Sikap seperti ini membuat sorang laki-laki berhak menentukan apa saja yang diinginkannya dari seorang perempuan. Sikap seperti ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang sah secara agama sebagai Suami Istri. Namun juga tidak sedikit dalam Prakteknya seorang muda mudi yang sedang menjalin kasih sayang yang biasanya di sebut dengan kata “pacaran” juga mempraktekan budaya patriarki. Budaya seperti ini memang sudah ada sejak Zaman dahulu. Bahkan dalam agama sekalipun seorang istri wajib untuk menghormati suaminya. Hal ini di tegaskan dalam sebuah hadist Nabi SAW, Beliau bersabda : “jika seorang wanita selalu menjaga sholat lima waktu, juga berpuasa sebualan (dibulan Ramadhan), serta betuk-betul menjaga kemaluannya (dari pe...