Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Politik Islam dan Kemenangan Anis-Sandi

Dunia maya sejak tadi pagi diramaikan dengan politik DKI. Putaran kedua Pilkada DKI semakin menambah sejarah terkait politik dan politik Islam di Indonesia. Kenapa?. Ya, karena perjalanan Basuki (Ahok) dicalonkan menjadi Gubernur bukanlah perjalanan yang singkat. Seperti sahabat Lisa Aditia Putra , aku pun seharian mencari referensi dan setumpuk berita terkait politik Islam di Indonesia. Terutama bagi mereka yang mengikuti aksi, baik 212 dan lain sebagainya. Karena, serentetan aksi yang dilaksanakan dari tahun lalu sangat terkait dengan pencalonan Ahok sebagai Gubernur DKI. Di sela-sela kesibukan itu, ikut melihat siaran langsung dari kompas TV dan media massa lainnya. Baik melalui Youtube atau Twitter. Hasil hitung cepat Litbang Kompas Pilkada DKI putaran kedua 400 TPS sampel bukan hasil dari KPU menunjukan bahwa 58% suara memilih Anis-Sandi. Sedangkan 42% lainnya, memilih pasangan Ahok-Djarot. Kemenangan ini diapresiasi banyak pihak. Terutama kubu-kubu pendukung pasangan Anis...

Poros Mahasiswa-Ekonomi, Politik Dan Pembangunan

Pada hakikatnya, ekonomi, politik, serta pembangunan menjadi bagian penting dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Masalah yang biasa terjadi dalam menghambat pembangunan sebuah bangsa, tidak lain berakar pada masalah ekonomi dan politik. Lembaga politik memiliki otoritas dalam menentukan suatu kebijakan bangsanya. Termasuk kebijakan mengenai sistem ekonomi. Maka menjadi penting bagi penentu kebijakan atau dalam hal ini pejabat negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif untuk benar-benar memahami makna kepemimpinannya sebagai wakil rakyat. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tidak sedikit pemangku kebijakan yang akhirnya menyalahgunakan kekuasaannya. Bukan untuk kepentingan rakyat, namun keputusan-keputusannya tidak lain hanyalah demi ke pentingan pribadi atau kelompoknya. Walhasil, penyalahgunaan kekuasaan berujung pada banyaknya kasus korupsi. Banyaknya kasus korupsi, seperti kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan haji 2012/2013 yang menyeret Kementerian A...

Menikmati Suasana Malam Malioboro

Malioboro memang selalu menarik untuk dikunjungi. Sebagai salah satu ikon kota Yogyakarta, Maliboro hari ini memang terlihat berbeda. Trotoar yang tadinya digunakan sebagai tempat parkir sepeda motor, hari ini menjadi ruang publik yang menarik untuk pengunjung. Sejak jalan sepanjang Malioboro direnovasi, aku memang belum pernah menikmati ataupun sekedar duduk di kursi baru yang disediakan Pemda setempat. Yaah,, biasanya hanya melihat dari jalan saja, apabila usai berkunjung ke salah satu asrama sahabat yang letaknya tidak jauh dari sana. Atau, sekedar melihat postingan sahabat di media sosial khususnya di IG. Tapi kebetulan kemarin, Jumat (08/04) tidak sengaja diajak oleh satu sahabat usai rapat acara mubes. Harus rapat tiap hari memang membuat pikiran ini penat. Tidak hanya penat internal saja, rapat terus juga melahirkan keterasingan diri dari orang lain. Kalau bahasanya Karl Marx, semacam teralienasi. Namun ini bukan teralienasi dari barang produksi, tapi bisa teralienasi dari ...